Senin, 08 Oktober 2012

ALIRAN SENI RUPA




ALIRAN - ALIRAN SENI RUPA


ALIRAN DALAM SENI RUPA ABAD KE 19


KLASISME 


Adalah aliran seni rupa yang mengacu kepada keindahan dan kesempurnaan bentuk dimana lambang – lambang kehidupan di wujudkan dalam bentuk – bentuk sempurna dan indah. 

Sebagai contoh, wujud dewa selalu di gambarkan sebagai pria tampan dan bijaksana, Dewi Venus digambarkan sebagai wanita cantik dan sempurna
Mengiringi kelahiran klasisme, muncul pula aliran – aliran yang mengacu kepada zaman klasik dengan di awali kata neo, seperti Neo Gotic, Neo Renaisance, Neo Barok, Dsb.




ROMANTIK

Tumbuh di eropa pada awal abad ke – 19 dengan mengambil tema – tema yang dahsyat, penuh khayalan & perasaan, petualangan fantastis, serta kejadian – kejadian yang luar biasa
Aliran ini menekankan kepada aspek emosional dari kehidupan manusia, di tandai dengan kontras yang tegas, kaya dengan warna & komposisi yang benar – benar hidup
Aliran ini diyakini lahir di Perancis dengan tokoh Eugene Delacroix Dengan Karya yang terkenal “Rakit Medusa” ( The Raft Of Medusa ) Yang menggambarkan pembunuhan & pertarungan di atas rakit medusa




IMPRESIONISME


Kata Impresionisme sebenarnya ejekan atas lukisan Claude Monet yang di pamerkan di paris pada Thn 1874 ( Lukisan bunga teratai yang menggambarkan cuaca pagi hari )
Warna lembut, bentuk tidak tegas, serta pandangan kabur oleh cuaca dan embun
Karya monet ini ditolak dan diejek sebagai “terlalu mengesankan pandangan mata” / Imprisionis
Monet tetap melanjutkan gayanya ini. Ia melukiskan pemandangan alam, kesibukan kota, dengan menitik beratkan pada peralihan cuaca.




NEO IMPROSIONISME


Lahir di belanda sebagai kelanjutan dari impresionisme yang lebih menekankan pada pencahayaan yang lebih lembut

Wilem Maris ( Seorang Pelukis Belanda ) :
 Neo Impresionisme bukan melukiskan seekor sapi, melainkan melukiskan efek – efek Cahaya Pada Sapi




REALISME


Satu gerakan yang menolak gerakan romantik yang di anggap tidak nyata dan terlalu berlebih – lebihan, sekaligus penolakan atas eksplorasi keindahan yang terdapat pada impresionisme
Realisme yaitu mengangkat kenyataan sehari – hari tanpa memberi suasan lain di luar kenyataan, tanpa menjiwainya dengan perasaan romantis
Hal yang diangkat pada lukisan ini adalah kepahitan hidup, penderitaan pekerja kasar, kesibukan – kesibukan kota, pasar, pelabuhan.
Pelopor gerakan ini George Hendrik Bertner (1857 – 1923)
Dan pada seni patung dipelopori oleh Auguste Rodin




SIMBOLISME DAN MONUMENTALISME


Karya – karya Simbolisme pada umumnya menggambarkan pergolakan batin yang menampilkan berbagai perasaan seperti kegelisahan, pesimisme, kemurungan, DLL.

Simblisme yang menampilkan bentuk sederhana dan berkembang menjadi wujud hiasan dan perlambangan kemudian dinamakan monumentalisme.
Aliran ini sebenarnya terlahir dari penggalian karya – karya kuno seperti karya – karya seniman Mesir kuno, Sedangkan simbolisme mengacu kepada kesenian masyarakat hindu.
Pelukis Simbolisme yang terkenal adalah Wiliam Blake (1757-1827) dari inggris.
Pelopor Monumentalisme adalah seniman Perancis, Piere Puvis de Chavanes (1824-1898).





ALIRAN YANG LAHIR PADA ABAD KE - 20


FAUVISME




















Kata Fauvisme berasal dari bahasa Perancisyang berarti BINATANG LIAR
Lukisan yang di tampilkan adalah keliaran dalam warna, bentuk, goresan di atas kanvas
Fauvisme di pelopori oleh Henri Matisse, dan kemudian di dukung oleh pelukis – pelukis kees van dongen, jan sluyter, dan leo gestel




KUBISME














Lukisan yang melepaskan diri dari pandangan optis, pengaruh pandangan ini akan memberikan bentuk lain dari pada yang terlihat, Bahkan Piccaso memberikan penegasan yang lebih konkret dengan menampilkan bentuk – bentuk geometris 

gaya Kubisme ini kemudian mempengaruhi seni arsitektur modern di berbagai belahan dunia.
Meskipun bukan pelukis KUBISME, para seniman kubisme beranggapan bahwa paul cezanne merupakan pelukis yang membuka jalan aliran kubisme ini.
Aliran ini berkembang melalui George Braque, Pablo Piccaso, Serta pendukungnya seperti jan sluyter, Leo Gestel, Dan Otto van Rees.




FUTURISME















Pada tahun 1909 di italia lahir gerakan baru yang di namakan manifesta futurista yang menyatakan pandangan hidup baru bahwa kehidupan haruslah diangkat setinggi – tingginya melalui kegiatan dan tenaga yang penuh.
Seniman gerakan ini kemudian mengimplementasikannya dalam bentuk lukisan yang penuh gerak dan dinamis. 
Gerak disini menggambarkan kecepatan seperti kuda yang berlari bukannya berkaki 4, melainkan berkaki 6, 8, bahkan 16 atau 20.
Pelopor aliran ini Carlo Carra & Buido Severni.




ABSOLUTISME












Gaya lukisan yang membuang sama sekali keterikatan terhadap bentuk – bentuk alamiah 
Menurut paham ini, lukisan harus secara murni merupakan kesatuan dari warna – warna, garis – garis, dan bidang – bidang. Bentuk alam sama sekali tidak ada.
Pelopor Aliran Ini Wassily Kadinsky, Pelukis Rusia yang menetap di munchen pd th 1911
Aliran ini kemudian melahirkan aliran baru, esensialisme dan Elementarisme




ESENSIALISME













Berlawanan dengan futurisme, Menurut aliran ini : hal yang essesnsial dari keseimbangan kosmis adalah kesatuan yang kokoh yang menyebabkan segala sesuatu berada di tempatnya.
Esensialisme menampilkan lukisan yang lepas dari bentuk – bentuk alamiah. 
Bentuk – bentuk 3 dimensi di anggap tidak benar dalam aliran ini, oleh karna itu mereka menghasilkan gambar – gambar yang datar dan abstrak yang terdiri dari garis – garis tegak dan melintang.
Pelopor aliran ini Piet Mondrian (1872-1945) dari belanda yang tinggal di Paris





ELEMENTARISME














Gerak merupakan bagian dari lukisan elementarisme
Berbeda dengan Essensialisme, kebebasan lebih tampak pada aliran ini
Bidang pada lukisan ini diisi dengan garis miring yang menampakan gerak
Pelopor aliran ini Theo Van Doesburg.





EKSPRESIONISME


Aliran ini telah ada pada penghujung abad ke – 19 ketika Vincent van Gogh (1853-1890) mengembangkan gaya lukisan impresionisme menurut caranya sendiri.

Van gogh membalikan pendapat improsionismenya yang mengemukakan secara langsung kesan benda yang di tanggapi secara pasif dengan cara mengemukakan suatu hasil yang telah diolah menurut tanggapan diri senimannya.
Pengungkapan sebagaimana di kemukakan oleh Van Gogh ini kemudian padam dan tak berkembang
Setelah 20th Van Gogh mninggal (1910), bermunculan pelukis – pelukis yang membawa aliran ini ke pentas dunia, diantaranya pelukis Affandi dari Indonesia yang karyanya sangat di akui Dunia.




DADAISME


Dadaisme diambil dari pengucapan anak kecil yang belum pandai berbicara, penamaan ini memiliki maksud bahwa aliran ini mengemukakan lukisan yang bersifat kekanak-kanakan, lucu, menggelikan, naif, tetapi mengandung keindahan  kanak – kanak yang murni.

Pelopor aliran ini Paul Klee dan Kurt Scwitters
Pablo Piccaso juga kadang – kadang melukis alam gaya ini




SUREALISME


Bisa dikatakan bahwa aliran ini adalah aliran yang membahayakan

Aliran ini mengganggap rendah kehidupan manusia
Penganut ini beranggapan bahwa manusia barulah benar – benar sempurna jika sudah dapat melepaskan diri dari peradaban dan moral
Aliran ini lahir pada tahun 1924 dan dipelopori oleh Salvador Dali
Disampiung itu ada Marc Ghagall yang juga tokoh surealisme yang terkenal





NEO REALISME


Neo Realisme kembali melukiskan keadaan alam yang wajar dan dapat di pertanggungjawabkan.

Aliran ini lahir karna aliran dadaisme & surealime dianggap sudah terlalu banyak menyimpang dan tidak nyata.
Tema lukisan dan patung mengambil hal yang wajar dan biasa pada kehidupan manusia.
Pelukis – pelukis yang terkenal adalah Fernhout (1922), Schumacher (1894), Willink (1900), Pjike kock (1910), Raoul Hynckes (1893), dan Dick ket (1902).





NEO KLASISME


Aliran yang berusaha mencari kemurnian bentuk dan keseimbangan bagi aliran – aliran yang baru timbul dan menjadi simpang siur.

Aliran ini lebih abstrak dari Neo Realisme, dalam arti aliran ini lebih melepaskan diri dari bentuk – bentuk nyata yang konkret.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar